Selasa, 17 Desember 2013

Bisnis Modal Kecil: Aneka JUS yang Joss

Jika ingin USAHA modal kecil tetapi bisa meraup keuntungan yang cukup besar, bisnis ini bisa menjadi jawaban kita. Hal ini dikarenakan untuk membuat jus sangat murah sekali tetapi menjualnya bisa sampai 150% sampai 300% dari harga buah yang dibuat jus. Dan alat yang dibutuhkan juga cuma alat pembuat jus,beberapa meja kursi,gelas dan piring serta gerobak yang harganya tidak tidak terlalu mahal.es batu sate jeruk
Bisnis ini akan lebih laku kalau menjualnya dipagi hari sampai sore karena cuaca saat tersebut sedang panas-panasnya. Sedangkan pada saat itu biasanya orang-orang bekerja di kantor. Solusinya adalah menggunakan pegawai minimal 2 orang.
Konsumen
Semua orang dari semua golongan dan umur.
Bagaimana memulainya
Meski bisnis ini tergolong murah dan mudah, tetapi kita tidak boleh main-main dalam memilih tempat. Usahakan tempat ini luas dan berada di sekitar taman. Jika terpaksa di ruangan yang agak tertutup. Apabila kita mempunyai pekarangan yang cukup luas, itu sudah sangat tepat sekali untuk memulai bisnis ini. Yang kita perlu lakukan sesudah itu adalah membeli peralatan pembuat jus dan gelas-gelasnya, juga meja dan kursi. Sebaiknya setiap meja bisa digunakan dari dua sampai enam orang, dan meja yang kita sediakan minimal enam. Apabila lokasi yang kita gunakan dipinggir jalan atau didepan supermarket kita bisa menggunakan gerobak dan beberapa kursi saja. Selain perlengkapan diatas kita masih harus memasang papan nama dan berpromosi agar tempat kita dikenal.
Promosi cukup pada beberapa saat sebelum sampai sesudah pembukaan saja, sesudah itu kita manfaatkanpromosi dari mulut ke mulut para konsumen. Hal ini bisa kita dapat jika konsumen kita puas. Hambatan Karena tempat yang kita gunakan adalah ruang terbuka dan yang kita jual minuman jus segar , jika hujan penjualan kita merosot tajam. Kunci Sukses Jus yang kita jual sebaiknya beraneka macam. Selain itu buah-buahan yang kita gunakan sebagai bahan baku juga berkualitas. Bisnis ini tidak boleh menggunakan sembarang bahan baku. Gula pun juga harus asli. Sebagai tambahan kita bisa menjual juga makanan-makanan ringan, seperti roti, lumpia, jajan pasar dan lain-lain. Juga agar suasana ditempat usaha ini tidak terlalu sepi, kita bisa memutarkan lagu-lagu yang sedang hits agar pelanggan betah dan ingin mampir lagi.
SILAHKAN MELAKUKAN INOVASI PRODUK, MEMBUAT TAG LINE PRODUK YANG UNIK, SISTEM MARKETING DSB. INI HANYA IDE AWAL SAJA. SEORANG ENTREPRENEUR SEJATI SELALU PUNYA IDE CERDAS SETELAH DIPANCING SATU IDE KECIL…..
Analisa BEP
Investasi Awal
Peralatan membuat jus, piring, gelas dll Rp. 1.500.000,- Promosi Rp. 500.000,-
Kursi dan meja atau gerobak (untuk yang mangkal dipinggir jalan Rp. 5.000.000,- + Depan supermarket)
Total Rp. 7.000.000,-
=================
Biaya operasional
Gaji pegawai 2 orang Rp. 1.200.000,-
Sewa tempat Rp. 400.000,-
Bahan baku dan makanan Rp. 8.400.000,- +
Total Rp. 10.000.000,-
=====================
Omset per bulan Rp. 15.000.000,-
Laba per bulan Rp. 5.000.000,-
Analisa BEP 1 – 2 bulan

Ide Bisnis Modal Kecil: Usaha Asinan Untungnya Manis

Yang Khas dari Asinan
Jika orang diminta menyebutkan jenis makanan yang identik dengan kota bogor, salah satu jawaban yang pasti disebut adalah asinan. Ke Bogor tak lengkap rasanya jika belum menikmati makanan yang satu ini. Namun,bukan berarti orang harus ke Bogor untuk bisa makan asinan. Kini, usaha asinan sudah banyak tersebar, tak hanya di Bogor tapi juga di kota-kota lainnya. Peluang usaha asinan sangat besar, mengingat makanan ini sudah memilki konsumen tetap.
Walaupun bernama asinan, rasa makanan ini jauh dari kata asin. Ada yang mengatakan, nama asinan berasal dari salah satu bahan baku yang digunakan di dalamnya, yaitu sawi asin. Cara penyajian makanan ini sangat mudah, Anda tinggal menambahkan kuah merah yang terasa segar, manis, dan asam di atas sayuran dan buah-buahan segar.
Terdapat tiga jenis asinan yang populer di pasaran, yaitu asinan sayuran, buah-buahan, dan campur (buah dan sayur). Asinan sayuran biasanya terdiri atas sawi asin, kubis, mentimun, taoge, tahu, dan kol segar. Sedangkan buah-buahan yang biasa dijadikan bahan asinan adalah nanas, salak, jambu, ubi, bengkuang, dan pepaya.
Deskripsi Usaha Asinan
Bahan Baku
Bahan baku utama asinan adalah sayuran dan buah-buahansegar. Segar tidaknya sayuran dan buah-buahan tersebut akan menentukan enak tidaknya cita rasa asinan. Bahan baku segar ini bisa diperoleh baik dipasar tradisional maupun modern. Sebaiknya Anda membeli bahan baku di pasar tradisional karena harganya jauh lebih murah. Satu hal yang harus diingat saat membeli bahan baku adalah pilihlah sayuran dan buah-buahan berkualitas baik-yang segar, tidak bercacat, dan tidak busuk.
Tempat Usaha
Tempat yang paling strategis untuk berjualan asinan di antaranya di lingkungan sekitar pasar, mal atau pusat perbelanjaan, kompleks perumahan, kawasan perkantoran, dan di pinggir jalan raya yang ramai. Carilah tempat usaha yang nyaman dan terjaga kebersihannya sehingga calin konsumen semakin tertarik untuk membeli.
Perlengkapan Usaha
Beberapa perlengkapan yang harus Anda miliki saat membuka usaha asinan diantaranya gerobak dengan etalase yang cukup untuk menyimpan sekaligus memajang sayuran dan buah-buahan atau asinan yang telah dibungkus. Selain itu, Anda juga membutuhkan beberapa toples untuk menyimpan kuah asinan , air gula merah, sawi asin, tahu, kacang tanah goreng, dan sambal. Pisau untuk mengiris buah dan sayur,piring/mangkuk,gelas,sendok dan garpu, serta kantong plastik adalah beberapa perlengkapan lain yang wajib Anda miliki
Karyawan
Di awal usaha, Anda bisa hanya mempekerjakan seorang karyawan. Karyawan tersebut bertugas untuk melayani pelanggan, sedangkan proses meracik asinan sebaiknya Anda kerjakan sendiri. Sebelum mulai bekerja, ada baiknya jika Anda memberikan pengarahan – pengarahan kepada karyawan agar proses pelayanan kepada konsumen berjalan lancar.kisaran upah karyawan adalah Rp 600.000 sampai Rp 800.000.
Promosi
Mempromosikan usaha bisa dilakukan antara lain dengan memasang spanduk ditempat usaha, menyebar brosur atau leaflet di lingkungan sekitar, menyediakan layanan pesan antar untuk pelanggan di wilayah dekat tempat usaha, dan menawarkan pemesanan dalam jumlah besar. Peluang layanan dalam jumlah besar ini sangat besar karena asinan termasuk salah satu menu yang sering dihidangkan di acara-acara arisan, pesta pernikahan, dan lain-lain. Tak ada salahnya untuk memberi tahu orang atau kerabat terdekat mengenai usaha Anda, baik lewat telepon maupun SMS. Bagaimanapun, jalinan pertemanan bisa menjadi sarana pemasaran dan promosi yang efektif. Berikut adalah perkiraan biaya yang harus Anda keluarkan untuk membuat spanduk, brosur, dan leaflet.
Harga Asinan
Asinan dapat dijual antara Rp6.000-Rp9.000 per porsi. Namun, khusus asinan campur, Anda bisa mematok harga yang sedikit lebih tinggi, misalnya Rp10.000. Itu karena bahan yang digunakan lebih beragam. Asinan berkualitas baik adalah yang tidak menggunakan bahan pengawet.
Risiko Usaha
Risiko berjualan asinan adalah produk ini tidak tahan lama. Ia hanya bisa bertahan dua sampai tiga hari. Oleh karena itu, sebelum berjualan Anda harus bisa memperkirakan jumlah porsi asinan yang bisa terjual. Selain itu, saat musim hujan, omset penjualan asinan biasanya akan menurun. Itu karena asinan adalah jenis makanan yang enak dikonsumsi di siang hari, terutama pada saat udara panas. Risiko lain adalah menurunnya pasokan beberapa jenis buah-buahan pada saat tertentu, yang diiringi dengan kenaikan harganya. Untuk menanggulangi risiko ini, Anda bisa meniadakan atau mengganti buah tersebut dengan jenis buah lainnya sampai pasokan kembali normal.
Contoh Resep
Asinan Sayuran
Bahan-bahan:
300 gr sawi asin
100 gr taoge
250 gr kacang tanah goreng (untuk taburan)
3 buah tahu putih (dipotong kotak)
2 buah mentimun (dipotong tipis)
Segenggam antanan(jika suka)

Bahan-bahan kuah:
3 sdm ebi kering (direndam ± 15 menit dalam air hangat, tiriskan dan haluskan)
10 buah cabai merah ukuran sedang (dihaluskan)
8 buah cabai rawit merah (dihaluskan)
300 gr gula pasir
½ sdt terasi (dihaluskan)
1 sdm garam
3 sdm cuka masak
1 ltr air

Cara membuat:
.   Kuah: didihkan air bersama ebi kering,cabai merah, cabai rawit merah, dan terasi yang telah dihaluskan. Masukkan gula pasir, garam, dan cuka masak. Setelah mendidih, angkat dan saring menggunakan saringan halus. Lalu dinginkan.
.   Cuci semua sayuran, lalu tiriskan.
.   Iris sayuran di atas piring dan tuangkan kuah secukupnya.
.   Sajikan dengan taburan kacang tanah goreng.

Analisis Usaha Asinan

Asumsi
  1. Masa pakai gerobak 2 tahun
  2. Masa pakai toples 2 tahun
  3. Masa pakai perlengkapan lain 2 tahun
Investasi
Biaya Operasional per Bulan
Pemasukan per bulan
Penjualan asinan:
100 bungkus/hari x Rp7.000/bungkus x 30 hari =Rp21.000.000

Keuntungan per Bulan
Laba       = total pemasukan-total biaya operasional
= Rp21.000.000 – Rp 15.464.166
= Rp5.535.834
Lama Balik Modal
Lama balik modal  = total investasi/laba
= Rp2.500.000/Rp5.535.834
= 0,45 bulan –»14 hari

Tips Menjalankan Usaha
  1. untuk membedakan asinan buatan Anda dengan yang lainnya, Anda bisa menambahkan kreasi lain pada asinan, misalnya dengan menambahkan ebi goreng.
  2. mengingat setiap konsumen memilki selera yang berbeda-beda ada yang suka pedas,ada juga yang tidak, sebaiknya Anda menempatkan kuah giling di toples terpisah.

Comments

Ide Usaha Modal Kecil: Warung Bakmi; Mudah, Untungnya Berlipat

Alkisah, bakmi adalah salah satu jenis mi yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa ke Nusantara. Kata “mi” dan “bami” dalam bahasa Belanda berasal dari kata “bakmi’, dan diperkenalkan selama masa kolonialisme Belanda di Indonesia. Sampai sekarang bakmi adalah salah satu jenis makanan Indonesia yang sangat digemari di Belanda.
Walaupun asalnya dari negeri Tiongkok, cita rasa bakmi Indonesia sangat berbeda dari bakmi buatan orang-orang Tionghoa. Bakmi yang kini banyak dijajakan telah diadaptasi dengan menggunakan bumbu-bumbu khas Indonesia. Ada berbagai variasi mi di Indonesia. Mi paling umum adalah yang terbuat dari tepung terigu atau yang berwarna kuning. Jenis lainnya yang juga terkenal adalah kwetiau, yaitu mi yang dibuat dari tepung beras dan bentuknya lebih besar dan tipis. Kedua variasi mi ini biasanya harus direbus dulu sebelum disajikan.
Biasanya, mi akan direbus secara terpisah sebelum dimasukkan ke kuahnya. Mi yang digunakan umumnya telah dicampur dengan minyak. Dalam penyajiannya, bakmi dilengkapi aneka lauk, seperti ayam, bok choy, atau bakso. Kuah bisa dihidangkan terpisah-dalam mangkuk tersendiri-dan baru dicampurkan ke mi sesuai selera konsumen.
Deskripsi Usaha Bakmi
Bahan Baku
Umumnya, penjual bakmi tidak membuat mi sendiri, tetapi membelinya di pasar tradisional atau langsung dari produsennya. Di pasar, mi biasanya dijual sudah dalam bentuk gulungan-gulungan bulat, padat, kering, dan dibungkus plastik. Mi kering dengan berat sekitar setengah kilogram dihargai Rp4.000-Rp7.000. Selalu gunakan mi dengan merek atau produsen yang sama. Ini dilakukan selain untuk menjaga kualitas, juga agar rasa bakmi Anda tidak berubah-ubah dan membuat pelanggan bingung.
Kalaupun Anda ingin membuat mi sendiri untuk menciptakan cita rasa bakmi yang khas dan berbeda dari bakmi-bakmi lainnya. Anda harus memperhitungkan biaya produksinya. Anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli bahan baku pembuat mi. Walaupun besarnya biaya tersebut tidak sampai setengah biaya operasional keseluruhan,tetap saja itu bisa membebani usaha. Apalagi jika modal usaha yang Anda milki tidak terlalu banyak.
Tempat Usaha
Bakmi biasanya dijual berkeliling menggunakan gerobak atau dijual di sebuah kios atau warung. Lokasi strategis untuk berjualan bakmi adalah di daerah pemukiman penduduk/perumahan,pasar,lingkungan sekolah dan kampus, atau di pinggir jalan raya yang ramai. Jika dulu sebagian besar penjual bakmi memilih untuk menjajakan dagangan mereka dengan berkeliling, kini semakin banyak saja yang memilih menyewa tempat tetap di wilayah lokasi tertentu. Bahkan, banyak juga yang menjadikan rumah sebagai tempat berjualan. Walaupun harus mengeluarkan biaya lebih untuk sewa tempat, keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Hal ini karena pangsa pasar yang sudah tetap dan proses usaha yang semakin lancar dengan adanya tempat usaha.
Contoh Resep
Perlengkapan Usaha
Seperti kebanyakan usaha kuliner lainnya, perlengkapan usaha yang harus Anda miliki saat ingin berjualan bakmi diantaranya gerobak atau etalase, peralatan masak-mulai dari kompor gas dan tabungnya, panci besar, sampai saringan mi-peralatan makan(mangkuk,sendok, garpu, dan gelas), perlengkapan tambahan seperti tempat kecap, saus, dan sambal serta wadah tisu. Tak lupa meja dan kursi tempat para konsumen bisa menyantap bakmi mereka.
Karyawan
Usaha bakmi sebenarnya bisa dilakukan sendiri tanpa karyawan. Namun, ketika usaha sudah mulai berkembang, tak ada salahnya jika Anda mempekerjakan seorang karyawan. Nantinya, karyawan inilah yang akan membantu melayani pelanggan, sehingga Anda bisa fokus meracik pesanan bakmi. Untuk menggaji karyawan, Anda bisa menyisihkan dana operasional minimal Rp500.000 tiap bulannya.
 Promosi
Tak ada salahnya jika Anda melakukan promosi kecil-kecilan di awal usaha. Beberapa cara berpromosi yang bisa dijalankan antara lain memberikan potongan harga untuk setiap pembelian bakmi dalam jumlah porsi tertentu. Jika didukung kualitas dan cita rasa lezat, promosi dari mulut ke mulut melalui para konsumen yang merasa puas akan terjadi dengan sendirinya.
Bentuk promosi lain misalnya dengan memasang spanduk di tempat usaha atau di lokasi-lokasi strategis lain di sekitar tempat usaha. Menyediakan layanan pesan-antar juga bisa menjadi alat berpromosi yang efektif karena layanan tersebut dapat memudahkan konsumen yang ingin makan bakmi tapi tak sempat datang sendiri ke warung Anda.
Harga Bakmi
Kisaran harga bakmi keliling biasanya lebih murah dibanding bakmi di warung/kios bakmi, yaitu Rp4.000-Rp 5.000 per porsi. Sedangkan bakmi di warung/kios di jual di kisaran harga Rp6.000-Rp 10.000 per porsi. Perbedaan harga jual ini terkait dengan biaya sewa tempat dan kelengkapan variasi bakmi yang dijual. Warung bakmi biasanya menawarkan bakmi dengan tambahan bakso, pangsit, dan yang kini sedang populer: bakmi jamur.
Risiko Usaha
Persaingan adalah salah satu risiko usaha bakmi karena hampir di semua tempat kita dapat menemui usaha ini. Salah satu strategi yang bisa Anda gunakan untuk menghindari persaingan ketat adalah dengan memilih lokasi usaha yang belum ada pedagang bakminya. Atau kalaupun ada, letaknya tidak berdekatan dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Kualitas, cita rasa, dan harga yang bersaing juga akan sangat menentukan dapat bertahan atau tidaknya usaha Anda dalam menghadapi para pesaing.
Analisis Usaha Bakmi
Asumsi
  1. Masa pakai gerobak/etalase 3 tahun
  2. Masa pakai meja dan kursi 3 tahun
  3. Masa pakai peralatan masak 3 tahun
  4. Masa pakai peralatan makan 2 tahun
  5. Masa pakai perlengkapan tambahan 1 tahun
Investasi
Biaya Operasional Usaha Bakmi
Pemasukan per Bulan
Penjualan bakmi:
30 porsi x Rp 8.000 x 30 hari = Rp7.200.000
Keuntungan per Bulan
Laba       = total pemasukan – total biaya opersional
= Rp7.200.000 – Rp3.435.552
= Rp3.764.448
Lama Balik Modal
Lama balik modal             = total investasi/laba
= Rp4.700.000/Rp3.764.448
= 1 bulan 8 hari
Tips Menjalankan Usaha
Selain kualitas dan cita rasa makanan, kebersihan dan kenyamanan tempat usaha juga menjadi salah satu faktor penting yang harus Anda perhatikan. Pastikan lokasi usaha tidak berada di tempat yang kotor dan berbau. Buat suasana senyaman mungkin sehingga pelanggan tidak kapok datang dan membeli bakmi Anda.